Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Dempo Pilar Tertinggi di Sumatera Selatan

Written By IKLILUDIN Aras on Minggu, 20 April 2014 | 16.55

Foto dari trijayafmpgl.net |Puncak Dempo dari dari jahu
GUNUNG DEMPO terletak di Kotamadyah Pagar Alam, Palembang-Sumatera Selatan. Gunung tertinggi di  Sumatera Selatan ini masih merupakan bagian jajaran bukit barisan. Bagian terdekat dari Gunung Dempo, Bukit Dinding [2026 mdpl), Bukit Payung (1570 mdpl) dan Gunung Berapi/Merapi. Menurut berbagai informasi, penduduk desa setempat juga sering mendaki ke puncak-puncak tersebut. Pendakian penduduk setempat tak lain hanya untuk mencari kayu bakar. Tidak hanya penduduk setempat, Gunung Dempo sendiri juga bagian dari surga para penggiat alam bebas dan juga pendaki gunung luar dari sumatera, seperti pulau jawa, bahkan anak-anak Mapala Leuser dari Aceh sudah beberapa kali mendaki ke sana, penulis sendiri berencana mendaki kesana setelah liburan kerja nanti,"oya lagi kumpul-kumpul uang juga ne..

Mau kesana yuk kita liat aksesnya.  
Foto m.rmolsule.com | Puncak Merapi, Danau Warna Warni dan Kayu Panjang umur
Buat Anda dari luar pulau Sumatera, khususnya dari Kalimantan dan bagian Timur Indonesia. Tentunya perencanaan kita harus matang, walaupun tidak matang-matang kalilah, setidaknya mantaplah alah pendaki gitu. Dari kota Palembang, buat yang naik pesawat lho, kalian bisa menuju terminal di wilayah kota palembang, ada banyak terminal disana, kawasan Jembatan Ampera. Pendaki dapat menggunakan mini bus atau bus menuju Pagar Alam, waktu yang dibutuhkan sekitar 7 jam perjalanan. Selama di perjalanan kita akan merasakan tanjakan-janjakan dan melihat jurang-jurang yang menganga lho...

Kota Pagar Alam itu dingin dan sejuk tentunya kita akan merasakan keindahannya, Pagar Alam itu Bogornya Sum-Sel, sebab kita akan dimanjakan dengan hamparan kebun teh kepunyaan PT.PN III. Pagar Alam di huni oleh masyarakat mutikultur. Perjalanan dari Kota Pagar Alam menuju PT. PN III lebih kurang tiga jam, atau sejarak lebih kurang 15km, ini tergantung juga dengan kondisi perjlanan juga lho. Namun, kabar baik buat kita yang mau kesana, soalnya sudah ada

Bandara yang langsung ke Kota Pagar Alam, Bandaranya beberapa bulan lalu baru di resmikan SBY. Bandar Udara Pagar Alam, Lahat, Sumatera Selatan. Kondisi fasilitas saat ini sudah 100 persen. Bandar Udara Pagar Alam, Lahat, Sumatera Selatan, nantinya direncanakan akan dibuka penerbangan perintis dengan rute Bengkulu-Pagar Alam.  

* Pendakian
Pendakian dimulai dari PT. PN III menuju Kampung Empat. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan, dan anda selama diperjalanan akan dimanjakan oleh  indahnya hamparan perkebunan teh yang menghijau dan sekali-kali anda akan melihat karyawan sedang memetik teh.

Dari Kampung Empat menuju Pintu Rimba, kalau orang Palembang bilang rimba itu rimbo, berbeda dengan orang Semendo lagi. Kampung Empat ini berada di ketinggian 1200 mdpl. Kawasan ini merupakan tempat tinggalnya karyawan kebun teh yang mayoritas berasal dari pulau Jawa. Biasanya para pendaki bisa cek lagi packing yang mereka bawa, khususnya untuk pengisian air selama pendakian. Dari Kampung Empat pendaki langsung memasuki pintu rimba/rimbo, sekitar 30 menit.

Pintu rimba merupakan pos pertama pendakian dengan topografi area yang vegetasi antara perkebunan teh dengan hutan raya Gunung Dempo. Lintasan pada pos licin dan mulai menanjak. Guna mengurangi resiko terjatuh, biasanya para pendaki umumnya berpegangan dengan akar-akar yang ada pada lintasan jalur pendakian. Lumayan watunya ke pos tersebut sekitar satu jam.

Pada pos pertama ini, kita dapat menikmati air alam, soalnya pada pos ini terdapat sumber air. untuk menuju pos dua dari pos satu sekitar dua jam pendakian dengan rute tetap melintasi beberapa sumber air. Kondisi jalur sangat licin dan akan lebih bahaya lagi seketika waktu turun hujan. "gak hujan aja licin apalagi hujan" heheh. Dilintasan ini kita akan di kenalkan dengan sebutan "Dinding Lemari", lemari alam bukan lemari uang, kalau lemari uang bisa di pindahkan sama pendaki.

Pos kedua ini berada pada ketinggian  2600 mdpl, pada sisi bagian kanan jalur terdapat sumber air. "naik dempo banyak air lho". Pos kedua ini, para pendaki akan menuju makam puyang (makam nenek moyang) istilah bahasa setempat. Kawasan ini bermedan menanjak dan hutan lebat, waktu pendakian umumnya berkisar 2,5 jam, sampai tiba di Makam Puyang Herlan. "nanti kalau kita kesana kita tulis sejarah, kenapa ada makam punya disana, atau anda yang mendaki kesana nanti tanya deh kenapa ada Makam Puyang.

Makam Puyang Herlan di ketinggian 2950 mdpl. Artinya tidak lama lagi para pendaki akan menuju "puncak bahagia", hahaah istilah aku saja tu, maksudnya puncak Dempo. Pada lintasan jalur ini kita akan menemui "kayu panjang umur". Waktu tempuh menuju puncak Dempo sekitar 30 menit atau bisa lebih dari itu, tergantung si pendakinya lho.

Puncak Dempo, sebuah dataran kecil di ketinggian 3173 mdpl (meter di atas permukaan laut). Setelah di puncak, para pendaki bisa langsung ke Lembah Parapuyang, lembah ini menggambarkan antar puncak Gunung Berapi dan Gunung Dempo. Disinilah Anda akan menikmati yang namanya indahnya sunset dan juga sunrise yang menggoda anda. kawasan ini cukup luas dan tentunya terbuka, tapi gak bisa main bola, hehehe. 

Foto ruliarullah.wordpress.com| View Puncak Dempo Tampak Dari Kebun Teh
Dikawasan ini, para pendaki bisa beristirahat sejenak sekalian ngecamp, soalnya dari tempat ini untuk menuju puncak Merapi hanya memakan waktu tempuh 2 jam perjalanan. Saran buat pendaki sebaiknya istiahat dan bisa mengumpulkan kekuatan buat ke esokan harinya. Puncak Merapi juga tak kala indahnya dengan puncak-puncak di pegunungan Dempo, karena anda akan di manjakan dengan surganya danau di atas puncak. konon di puncak ini kita bisa menikamti perubahan warna danau setiap saat,"oya nanti kita sama-sama kesana ya, yang terpenting infonya bro,

#Baca Buku "Mari Mendaki Gunung dari Leuser Sampai Cartennz" karangan Hatiba Abdul Kadir. di halaman 20, dengan judul Gunung Dempo | 3173 mdpl Nirwan di Lembah Parapuyang
16.55 | 0 komentar

A-Tracker Melakukan Inventarisasi Rute Pendakian Peut Sagoe

Written By IKLILUDIN Aras on Sabtu, 06 Oktober 2012 | 17.32

ACEH Tracker Community atau A-Tracker. beberapa waktu yang lalu bersama tim pos pengamatan Gunung Peut Sagoe dan  Direktorat Vulkanologi, A-Tracker mendaki gunung di Geumpang, Pidie.

Bersama tim pos pengamatan yang merupakan bagian dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pendakian ke gunung itu untuk mengecek beberapa alat dan komponen seismometer. Mereka juga mengganti bateray seismograph di kawasan puncak gunung api itu.

Seperti yang di lansir media lokal The Atjeh Post, Ketua Umum ATC Said Murthaza Almahdaly kepada mengatakan, kegiatan selama lima hari tersebut dilakukan secara periodek terhadap gunung berapi di Indonesia.

Saat pendakian, kata dia, Aceh Tracker Community juga melakukan inventarisasi rute atau jalur pendakian ke puncak gunung serta mengumpulkan data-data tentang Peut Sagoe.

"Tim masing-masing berjumlah sembilan orang dari Direktorat Vulkanologi dan tiga orang dari Aceh Tracker Community," ujarnya.

Meskipun baru terbentuk, kata Said, Aceh Tracker Community berkomitmen terus menginventaris jalur-jalur pendakian normal pada setiap gunung api yang memiliki potensi. "Baik kepentingan wisata, penelitian, serta kawasan konservasi,“ ujarnya.

Pendakian dimulai dari kawasan transmigrasi SP V Kecamatan Geumpang. Lalu rute dirintis melalui punggungan selatan gunung, tepatnya dari hulu sungai Simpang Ie Ceuko, Geumpang.

Di sepanjang pendakian, kata Said, ditemukan jalur-jalur rintisan pendakian sebelumnya. "Namun apakah arahnya ke puncak atau bukan tidak bisa dipastikan," ujarnya.

Selain itu, di sepanjang rute banyak ditemukan jalur binatang liar yang masih aktif seperti Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), rusa, beruang madu. Tak kalah menariknya, kata Said, juga ditemukan tumbuhan langka Raflesia.

“Kegiatan ini juga dipantau langsung dari pos pengamatan Gunung Api Peut Sagoe di Kecamatan Mane sekitar 21 kilometer dari puncak dengan radio komunikasi," ujarnya.

Meski pendakian mengambil rute punggungan selatan, jalur kembali dari puncak menggunakan jalur barat dan kembali ke titik awal pendakian di SP V.

Gunung Peut Sagoe dipantau oleh pos pengamatan selama 24 jam. "Alat pencatat aktivitas Peut Sagoe sudah ada sejak 1998 hingga sekarang," ujarnya. | Pernah di muat di atjehpost.com 

By: IKLILUDIN ARAS
17.32 | 0 komentar

Lingkungan

PEREMPUAN DAN ISU LINGKUNGAN

10 November 2010 pukul 11:45

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi
Mungkin kita tidak sadar kalau perempuanlah yang telah melahirkan dan membesarkan kita didunia ini, kalau pun kita sadar dimana kesadaran kita? Beberapa waktu yang lalu saya tidak sengaja melihat tumpukan buku-buku, nah ditumpukan buku-buku itu ada sebuah buku yang tak sengaja aku buka dan aku pun lupa judul dan halamanya, tapi tak apalah yang penting isi dari buku itu.

Buku itu menjelaskan sebuah tindakan nyata yang di lakukan para perempuan terhadap ISU LINGKUNGAN, sebab buku itu menjelaskan bahwa pada tahun 1974, tujuh puluh empat perempuan di kota Rini, di dareah bagian Utara India, ke tujuh puluh empat perempuan itu bersepakat untuk menghentikan penebangan hutan. Buku itu menjelaskan ke tujuh puluh empat perempuan itu memeluk erat-erat pohon-pohon yang akan di tebang oleh mesin-mesin pemotong kayu yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Para perempuan ini membuktikan mereka berhasil menyelamatkan 12000 km hutan.

Namun, apa yang menarik dari kutipan buku itu? Saya mencoba menghubungkan tahunnya dengan tahun deklarasi/forum Gladian IV Pencita Alama Indonesia, dalam fofum itu Pencita Alam Indonesia melahirkan kose etik. Kemudian kode etik itu sering didengungkan oleh para pencinta alam di Nusantara. Kode etik Pencita Alam Indonesia yang disahkan dalam forum Gladian IV di Ujung Pandang pada tahun 1974.

Kode Etik Pencita Alam Indonesia itu melahirkan butiran-butiaran salah satu butiran itu adalah “Memelihara Alam Beserta Isinya serta menggunakan sumber alam sesuai kebutuhannya”, seandainya Pencita Alam Indonesia bertindak nyata sesuai dengan Kode Etiknya aku pikir Indonesia Itu akan selalu hijau dan peranan perempuan di kepencita alam mungkin akan sebanding dengan ke tujuh puluh perempuan pada tahun 1974 yang silam.

Hari ini Saya atas Nama Pribadi menyatakan bahwa perempuanlah yang sanggup menyelamatkan Lingkungan di muka bumi ini dan lebih khusus Indonesia.

Rafting

Rafting
Expedition Rafting Kreung Teunom Aceh

Social Icons

PINTU RIMBA

Follow by Email

Social Icons

Arsip

Followers

Featured Posts

Rafting

Rafting
Expedition Rafting Kreung Teunom Aceh

Latest Reviews

News

Welcome Guys


Blogger news

Sample text

Download

INILAH AKU

Foto Saya
Banda Aceh_Aremantai Semende Darat Ulu, Aceh_Sumatera Selatan_Kalbar_Kaltim, Indonesia
Kesuksesan itu penting, didalamnya termaktub, sebuah akhir tujuan.

Blogger templates

Blog Archives

Rafting

Rafting
Expedition Rafting Kreung Teunom Aceh

Share It

Tracker D24

Tracker D24
Energi Positif & Solidaritas
IKLILUDIN ARAS. Diberdayakan oleh Blogger.